jpnn.com, JAKARTA - Pasar Indonesia tampaknya kian sulit dilewatkan oleh para raksasa otomotif Tiongkok, tak terkecuali iCar—submerek dari Chery Group. Momentum debutnya pun tak main-main: iCar dipastikan tampil di panggung besar Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 yang bergulir mulai Februari mendatang.
Lebih mengejutkan lagi, model yang bakal dipamerkan nanti bukan barang impor, melainkan sudah diproduksi secara lokal. Hal itu diungkapkan Head of Brand & Marketing Department PT Chery Sales Indonesia (CSI), Rifkie Setiawan, saat acara peluncuran IIMS 2026 di Jakarta.
Dia memastikan bahwa seluruh model yang diproduksi Chery Group untuk Indonesia kini berstatus CKD. "Memang semua akan CKD yang diproduksi Chery Group dan saat IIMS nanti akan kami umumkan," ujar Rifkie.
Langkah tersebut seolah membuka sedikit tirai besar komitmen Chery di Indonesia. Tanpa banyak sorotan, Chery Group ternyata diam-diam menggelontorkan investasi jumbo triliunan Rupiah untuk memperkuat fondasi bisnisnya di tanah air.
Investasi menjadi sinyal kuat bahwa Chery tak hadir untuk sekadar mencoba peruntungan—mereka ingin membangun pijakan jangka panjang. Termasuk di dalam roadmap besar tersebut ialah rencana pembangunan pabrik mandiri Chery di Indonesia.
Saat ini, seluruh model Chery masih dirakit di fasilitas PT. Handal Indonesia Motor (HIM), Pondok Ungu, Bekasi. Di Indonesia, Chery Group telah menaungi beberapa merek seperti Chery, Jaecoo, dan Lepas.Dari pabrik itu pula Chery memastikan setiap model memenuhi persyaratan TKDN minimal 40 persen, sebuah pintu penting menuju insentif pemerintah dan daya saing harga.
Kehadiran iCar di IIMS 2026 makin menambah panasnya panggung otomotif Indonesia. Dengan produksi lokal, investasi raksasa, dan strategi ekspansi agresif, Chery Group tampaknya tengah menyiapkan babak baru: era dominasi merek-merek China di pasar otomotif Indonesia. (rdo/jpnn)